Gejala Yang Menyertai Reaksi Perkaratan Besi Adalah
gejala gejala yang menyertai reaksi besi berkarat menjadi karat besi
1. gejala gejala yang menyertai reaksi besi berkarat menjadi karat besi
perubahan suhu yang ekstrim
kelembaban tempat yang semakin tinggi
percepatan reaksi kimia pada besi yang berkarat akibat oksidasi
2. gejala yang menyertai reaksi perkaratan besi adalah
perkaratan besi diakibatkan oleh oksigen
3. 23. gejala yang menyertai reaksi perkaratan besi adalah..
JAWABAN:PERUBAHAN SUHU YANG EKSTRIM
4. Gejala yg menyertai,besi berkarat menjadi karat besi
Jawaban:
perubahan suhu yang ekstrim,
kelembaban tempat yang semakin tinggi,
percepatan reaksi kimia pada besi yang berkarat akibat oksidasi
Perubahan Suhu Yg Ekstremm Yg Kuat5. jelaskan dengan disertai reaksi, perlindungan besi dari karat jika dilapisi seng!
Jawaban:
Karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan merupakan proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut:
Anode: Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e-
Katode: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l)
— Karat yang terbentuk pada logam akan mempercepat proses pengaratan berikutnya. Oleh sebab itu, karat disebut juga dengan autokatalis. Mekanisme terjadinya korosi adalah logam besi yang letaknya jauh dari permukaan kontak dengan udara akan dioksidasi oleh ion Fe2+. Ion ini larut dalam tetesan air. Tempat terjadinya reaksi oksidasi di salah satu ujung tetesan air ini disebut anode. elektron yang terbentuk bergerak dari anode ke katode melalui logam. Elektron ini selanjutnya mereduksi oksigen dari udara dan menghasilkan air. Ujung tetesan air tempat terjadinya reaksi reduksi ini disebut katode. Sebagian oksigen dari udara larut dalam tetesan air dan mengoksidasi Fe2+ menjadiFe3+ yang membentuk karat besi (Fe2O3.H2O).
—kerugian = Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan logam lain, serta bersifat racun. Hal ini tentu berbahaya dan merugikan. Jika berkarat, besi yang digunakan sebagai fondasi alau penyangga jembatan menjadi rapuh sehingga mudah ambruk. Alat-alat produksi dalam industri makanan dan farmasi tidak boleh menggunakan menggunakan logam yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan karat yang terbentuk mudah larut dalam makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi. Oleh sebab itu, untuk kepentingan industri biasanya menggunakan peralatan stainless yang antikarat.
—pencegahan = Kerugian yang cukup besar akibat proses pengaratan mengharuskan adanya upaya-upaya pencegahan terjadinya karat. Prinsip pencegahan nya dengan cara melindungi besi dan penyebab terjadinya karat. dilihat dari faktor-faktor yang memengaruhi proses pengaratan besi, banyak cara pencegahan yang dapat dilakukan, seperti modifikasi lingkungan, modifikasi besi, proteksi katodik, dan pelapisan.
Cara modifikasi lingkungan. Oksigen (O2) dan kelembaban udara merupakan faktor penting dalam proses pengaratan, mengurangi kadar oksigen atau menurunkan kelembaban udara dapat memperlambat proses pengantaraan. Sebagai contoh, kelembaban di dalam gudang dapat dikurangi dengan mendinginkan gudang menggunakan pengondisi udara (Air Conditioner / AC).
Cara modifikasi besi. Ketika besi membentuk aloi (logam campuran) dengan unsur-unsur tertentu, besi akan lebih tahan terhadap pengaratan. Baja (aloi dari besi) mengandung sebelas persen hingga dua belas persen kromium dan sedikit mengandung karbon, disebut stainless steel. Baja ini ini tahan karat dan sering digunakan dalam industri, untuk bahan kimia, dan di rumh tangga.
Cara proteksi katodik. Jika logam besi dihubungkan dengan seng, besi tersebut akan sukar mengalami korosi. Hal ini disebabkan seng lebih mudah teroksidasi dibandingkan dengan besi. Potensi reduksi seng adalah E°Zn2+|Zn = -0.76V, lebih negatif daripada potensi reduksi besi, yaitu sebesar E°Fe2+|Fe = -0.44V. Seng akan beraksi dengan oksigen dan air dalam lingkungan yang mengandung karbon dioksida. Seng karbonat yang terbentuk berfungsi melindungi seng itu sendiri dari korosi. Cara perlindungan logam seperti ini disebut cara proteksi katodik (Katode Pelindung). Selain seng (Zn), logam magnesium (Mg) yang termasuk alkali tanah, banyak digunakan untuk keperluan ini.
Cara pelapisan. Jika logam besi dilapisi tembaga atau timah, besi akan terlindung dari korosi. Sebab logam Cu (E°Cu2+|Cu = +0.34V) dan Sn( E°Sn2+|Sn =-0.14V) memiliki potensi reduksi yang lebih positif daripada besi (E°Fe2+|Fe = -0.44V). Namun, bila lapisan ini bocor, sehingga lapisan tembaga atau timah terbuka, besi akan mengalami korosi yang lebih cepat. Selain dengan tembaga dan timah, besi juga dapat dilapisi dengan logam lain yang sulit teroksidasi. Logam yang dapat digunakan adalah yang memiliki potensial reduksi lebih positif dibandingkan besi, seperti perak, emas, nikel, timah, tembaga, dan platina. Selain senyawa logam, pelapisan dapat pula menggunakan senyawa nonlogam. Proses pelapisan logam besi ini dapat dengan cara membersihkan besi terlebih dahulu, kemudian melapis dengan suatu zat yang sukar ditembus oleh oksigen, misalnya cat, gelas, plastik, atau vaselin (gemuk). Perlu diperhatikan, seluruh permukaan besi harus terlapis sempurna untuk menghindarkan kontak dengan oksigen. Proses pelapisan yang tidak sempurna dapat lebih berbahaya dibandingkan besi tanpa pelapis. Pengaratan dapat terjadi pada bagian yang tertutup sehingga tidak terdeteksi
note:
maaf kalau salah, semoga bermanfaat (=^・ェ・^=)
6. Besi terkena air lama-lama berkarat. gejala yang menyertai pada reaksi tersebut adalah
Jawaban:
perubahan suhu yang ekstrim kelembaban tempat yg semakin tinggi percepatan reaksi kimia pada besi yg berkarat akibat oksidasi
7. tuliskan reaksi redoks antara perkaratan besi (Fe) dengan oksigen yang menghasilkan karat besi (Fe2O3).Beserta cara pengerjaannya!
Jawabannya terlampir pada foto
8. gejala apa menunjukan bahwa pengkaratan besi
Setahuku contoh gejalanya adalah:
- Besi menguning,
- Besi mudah keropos.
Besi menjadi rapuh, berwarna merah kecoklatan,
9. besi yang berkarat merupakan gejala alam
gejala alam secara kimia
kimia .
klo gk salah
10. besi berkarat merupakan gejala alam
karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. besi yang mengalami korosi akan membentuk karat. korosi atau proses pengkaratan merupakan proses elektro kimia.
besi berkarat merupakan hasil korosi
11. reaksi perkaratan( besi berkarat)di tuliskan
4 Fe (s) + 3 O2 (aq) > 2 Fe2O3 (s)
maafkan kalau salah ^_^2Fe + 3H2O ---> Fe2O3 + 3H2
Fe2O3 adalah karat ;)
12. Gejala besi berkarat menjadi karat besi
Perkaratan terjadi akibat proses reaksi pada bakteri bereaksi pada air ata asam
13. Gejala yg menyertai reaksi perkaratan besi adalah?
Gejala yg menyertai perkaratan besi adalah
-Warna nya berubah menjadi agak kuning kecoklatan.
-Teskturnya tidak sehalus seperti awal besi.
-Baunya terkadang tidak enak.
-Sifat besi yg sulit untuk dipatahkan jadi mudah untuk dipatahkan.
Smoga membantu kak...
14. JELASKAN DENGAN DISERTAI REAKSI PROSES TERJADINYA KARAT PADA BESI DAN PERLINDUNGAN BESI DARI KARAT JIKA DILAPISI SENG
Jawaban:
oksidasi suatu logam
Penjelasan:
maap klo slh
15. apa gejala gejala besi menjadi karat
Besi berkarat terjadi karena adanya proses korosi pada besi. korosi adalah suatu reaksi redoks yang terjadi antara satu logam dengan senyawa lain yang ada di sebuah lingkungan, seperti di air dan udara, dan mengahasilkan sebuah senyawa baru yang tidak di kehendaki,yait senyawa oksidasi, karat terjadi pada besi terjadi karena adanya reaksi antara besi dengan oksigen dan air yang ada di udara yang kemudian membentuk oksida besi, semua benda yang dari besi akan berkarat atau terjadi korosi karena adanya kontak dengan udara dan air.
Posting Komentar untuk "Gejala Yang Menyertai Reaksi Perkaratan Besi Adalah"